JALAN PINTAS MENJADI PENULIS SUKSES

S

Ebook: JALAN PINTAS MENJADI PENULIS SUKSES Rp. 25.000,00

Ebook ini berisi kumpulan tulisan yang membahas tentang dunia tulis menulis yang berguna bagi Anda yang ingin jadi PENULIS SUKSES. Anda berminat silahkan kirim Rp. 25 Ribu saja ke Bank BNI Cabang Banjar No. Rekening: 0118657077 atas nama Arda Dinata, lalu sms ke no. 081320476048.

Oleh: Arda Dinata

DUNIA tulis menulis tidak hanya milik kaum wartawan. Siapa pun, kalau mau berlatih, bisa juga jadi penulis. Masalahnya, kadang-kadang kita tidak menyadari potensi yang dimiliki. Melalui tulisan ini, penulis mencoba berbagi pengalaman dalam bidang tulis menulis kepada pembaca MIQRA INDONESIA.

Tujuan utama dalam tulis menulis, adalah dimengertinya setiap kalimat yang kita susun bagi para pembaca. Kalimatnya tepat, jelas, dan tidak membingungkan pembaca. Selain itu, tulis menulis bermaksud untuk mengungkapkan fakta, data, perasaan, sikap, isi hati dan pikiran secara efekif kepada pembaca.

Bagi calon penulis, setidaknya ada tiga tahap yang harus dilalui. Yakni teknik penulisan, muatan atau isi, dan kontinuitas menulis. Barangkali pembaca MIQRA INDONESIA telah menguasai teknik penulisan dan isinya, tetapi malas untuk menulis secara kontinyu. Tentu hasilnya akan tersendat-sendat dikala menuangkan ide ke dalam tulisan. Atau pembaca MIQRA INDONESIA telah memiliki simpanan data, fakta dan ilmu pengetahuan sebagai calon isi tulisan. Tetapi, belum mengetahui teknik penulisan dan tidak secara kontinyu menulis, maka dapat dipastikan lebih sering menghadapi kegagalan. Sebaliknya, teknik dan kontinyuitas telah pembaca MIQRA INDONESIA miliki, tetapi tidak pernah berusaha menambah wawasan dan isi tulisan tersebut. Sehingga tulisan terasa kering, tidak berkembang dan membosankan.

Berdasarkan pengalaman, tidak terlalu banyak syarat sebenarnya untuk memulai menulis. Awalanya, kita harus selalu mencoba menulis, menulis, dan menulis apa saja yang ada dalam pikiran serta banyak membaca. Kemudian hasil dari tulisan itu, kita kirim ke surat kabar tertentu. Tapi, tentunya sebelum tulisan tersebut kita kirimkan, terlebih dahulu kita perlu membaca ulang dan merevisinya beberapa kali. Barangkali, ada kata-kata yang kurang tepat atau rancu. Di sini yang perlu diperhatikan juga adalah masalah ‘selera’ redaksi surat kabar tersebut.

Bagi seorang penulis, buku, membaca dan menulis adalah sebagian dari hidupnya. Penulis tanpa buku, akan menghasilkan tulisan yang hambar dan tidak berbobot. Sehingga ada seorang penulis yang mengatakan bahwa “Berbobot atau tidaknya sebuah tulisan, adalah karena ditunjang oleh banyaknya buku yang pernah dibaca penulisnya.”

Dari aktivitas menulis tersebut, selain kita telah berdakwah lewat tulisan. Kita juga akan mendapatkan imbalan materi. Besarnya honorarium tergantung kebijaksanan redaksi surat kabar yang bersangkutan, berkisar antara Rp. 10.000 sampai 200.000 rupiah per tulisan (puisi, cerpen, artikel, resensi buku, dll), bahkan lebih. Cukup lumayan bukan?

Anda ingin menjadi PENULIS SUKSES, segera miliki ebook JALAN PINTAS MENJADI PENULIS SUKSES:

Daftar Isi:

Prolog:

Berprestasi Melalui Tulisan

Bagian Pertama:

Menulis Buku yang Laris

Bagian Kedua:

Kiat-Kiat Menulis Renungan

Bagian Ketiga:

Jalan Pintas Menulis Artikel…[dan Dimuat]

Bagian Keempat:

Macam-Macam Lead

Bagian Kelima:

Memakai Waktu Untuk Lebih Produktif Menulis

Bagian Keenam:

Teknik Penulisan Feature

Epilog:

Sukses Menjadi Penulis Artikel

Ebook ini berisi kumpulan tulisan yang membahas tentang dunia tulis menulis yang berguna bagi Anda yang ingin jadi PENULIS SUKSES. Anda berminat silahkan kirim Rp. 25 Ribu saja ke Bank  BNI Cabang Banjar No. Rekening: 0118657077 atas nama Arda Dinata, lalu sms ke no. 081320476048.

Selengkapnya klik: CARA PEMESANAN

Posted in Buku Motivasi | Tagged , , | Leave a comment

Menjadi Orang Bahagia

Ebook: MENJADI ORANG BAHAGIA Rp. 25.000,00

Menjadi Orang Bahagia: 5 Langkah Membangkitkan Perilaku Bahagia Hidup Anda

Penulis:

Arda Dinata

Penerbit:

MIQRA INDONESIA

Anda ingin memiliki Ebook “MENJADI ORANG BAHAGIA: 5 Langkah Membangkitkan Perilaku Bahagia Hidup Anda”, Anda silahkan kirim Rp. 25 Ribu saja ke Bank BNI Cabang Banjar No. Rekening: 0118657077 atas nama Arda Dinata, lalu sms ke no. 081320476048.

“Kenyamanan jasad adalah dengan sedikit makan; kenyamanan jiwa adalah dengan sedikit dosa; kenyamanan hati adalah dengan sedikit keinginan; dan kenyamanan lisan adalah dengan sedikit berbicara.” (Tsabit Qurrah)

Keberadaan taman merupakan simbol dari sebuah rumah yang terpelihara atau tidak. Sebab, kalau kita terbiasa merawat taman, niscaya merawat rumah bukan pekerjaan yang sulit. Sehingga, perilaku merawat taman memang harus dilakukan secara telaten dan terus menerus. Pasalnya, di taman itu ada sejumlah jenis tanaman. Dan kita tahu tanaman adalah salah satu makhluk hidup ciptaan-Nya. Seperti layaknya makhluk hidup umumnya, tanaman itu pun lahir, tumbuh, dan terus berubah bentuknya.

Semua itu mengandung arti bahwa dengan merawat taman, berarti kita sejatinya tengah mengungkapkan rasa syukur atas nikmat mempunyai rumah. Apalagi jika taman-taman itu terpelihara dengan baik. Ia akan memancarkan kebeningan berupa kesejukan bagi setiap orang yang memandangnya, membuat nyaman dan tenang bagi mereka yang berada di lingkungan taman tersebut.

Begitu pun dengan manusia. Ia ibarat sebuah rumah. Dan sebagai taman-tamannya adalah perilaku kesehariannya yang merupakan cerminan dari kondisi hatinya. Dr. Ahmad Faried menggambarkan hubungan hati dengan organ-organ tubuh lainnya, laksana raja yang bertahta di atas singgasana yang dikelilingi para punggawanya. Seluruh anggota punggawa bergerak atas perintahnya. Dengan kata lain, bahwa hati itu adalah sebagai reaktor pengendali atau remote control sekaligus pemegang komando terdepan (utama). Makanya, semua anggota tubuh berada di bawah komando dan dominasinya. Di hati inilah anggota badan lainnya mengambil keteladannya, yakni berupa inspirasi dalam ketaatan atau penyimpangan.

Jadi, betapa indahnya bila kecerdasan inspirasi hati kita tetap terjaga. Yaitu suatu suasana kehidupan manusia yang selalu diselimuti kebeningan hati, sehingga ia akan selalu mengkonsulkan segala aktivitas hidupnya dengan indera perasa (kebenaran) dan suara hati nuraninya. Sebab, adakah yang lebih jujur dari hati nurani, ketika ia menyadarkan kita tanpa butiran kata-kata. Adakah yang lebih tajam dari mata hati, saat ia menghentak kita dari beragam kesalahan dan alpa. Singkatnya, sesungguhnya kondisi yang paling indah dari sebuah putaran kehidupan ini, tidak lain adalah di mana ketika kita mampu secara jujur dan tulus mendengar suara hati (keimanan).

Atas dasar pola pikir itulah, buku Seri Kecerdasan Inspirasi ini hadir untuk Anda. Bila Anda telah membaca buku Trilogi Kecerdasan Inspirasi yang saya tulis sebelumnya. Yakni, ”Menjadi Pribadi Solutif: 6 Langkah Membangkitkan Pola Pikir Sukses & Solutif Hidup Anda”; dan ”Menjemput Nikmat Kehidupan: 5 Langkah Membangkitkan Nikmat & Keindahan Hidup Anda”. Tentu, buku ketiga ini akan menjadi pelengkap inspirasi dan motivasi tentang Kecerdasan Inspirasi Hati ini. Buku ketiga dari Trilogi Kecerdasan Inspirasi ini, saya beri judul: ”Menjadi Orang Bahagia: 5 Langkah Membangkitkan Perilaku Bahagia Hidup Anda.” Mengapa?

Alasannya, karena dapat dipastikan setiap kita mengharapkan kebahagiaan dalam hidupnya. Sehingga pantas bila Syaikh Syarbashi pernah berkata, “Semua manusia yang hidup di dunia ini berlomba-lomba mencari kebahagiaan dan ingin bisa meraihnya walaupun dengan harga yang tinggi.”

Kebahagiaan itu, ternyata di mata orang-orang bodoh dan pendusta adalah dianggap sebagai lafaz yang tidak berhakikat dan merupakan khayalan fatamorgana yang tiada nyata. Sungguh ini adalah sesuatu yang kontradiksi dengan kenyataan bahwa Allah SWT telah menciptakan segala sesuatu di dunia ini penuh dengan kebaikan, kenikmatan dan keberkahan. Lebih-lebih Allah telah menurunkan Al-Quran sebagai petunjuk hidup manusia agar titak susah (baca: QS. Thaha: 2).

Kenyataan berpikir model itulah, sesungguhnya awal penyebab terjadinya kegagalan menggapai kebahagiaan hidup. Untuk itu, sangat tepat bila setiap kita melakukan kontemplasi terhadap sikap hidup yang telah kita lakukan selama ini. Sebab, tanpa melakukan “penilaian” terhadap sikap hidup dirinya sendiri, maka jangan harap “kemulusan” kebahagiaan itu menghampiri kita.

Terkait dengan itu, seorang dokter Muslim, Tsabit Qurrah, memberikan perhatian melalui fatwa dan tipsnya yang dapat mengantarkan seseorang kepada kebahagiaan. Beliau mengatakan, “Kenyamanan jasad adalah dengan sedikit makan; kenyamanan jiwa adalah dengan sedikit dosa; kenyamanan hati adalah dengan sedikit keinginan; dan kenyamanan lisan adalah dengan sedikit berbicara.”

Secara demikian, yang membuat seseorang dapat menapaki jalan kebahagiaan itu, kuncinya ada dalam perilaku dan sikap hidupnya sendiri. Yakni berupa bagaimana keyakinan kita memperlakukan jasad, jiwa, hati, dan lisannya itu secara benar. Dan di sini, kata kuncinya ada pada sikap “sedikit” terhadap makan, dosa, keinginan, dan berbicara.

Pertama, kebahagiaan jasad dengan sedikit makan. Jasad ini seperti sebuah mesin dan bahan bakarnya adalah makanan. Artinya, kita hendaknya mempergunakan bahan bakar itu secara wajar, sebab jika berlebihan ia bisa lebih berbahaya daripada api. Begitu juga dengan jasad, bila tidak dikekang dari keinginan nafsunya, ia akan berbahaya bagi orang lain dan menghilangkan citra kemunisaannya. Hebatnya lagi, ia bisa lebih buas dari binatang yang cenderung membuat keonaran dan kerusakan.

Kedua, kebahagiaan jiwa dengan sedikit dosa. Hal ini dapat dipahami, sebab jiwa itu cenderung memerintahkan untuk berbuat jelek (ammarah bissu), maka jika ia terbebas dari ikatannya, ia akan lari bergabung dengan setan. Dan konsekuensinya, ia akan berkolusi, korupsi, menipu, dan berbuat sewenang-wenang yang melapaui batas. Oleh karena itu, musuh paling berat manusia adalah hawa nafsunya sendiri. Bagi siapa yang menturutkan hawa nafsunya, ia akan celaka. Al-Busyiri berkata dalam sebuah syairnya, “Jiwa itu bagaikan anak kecil. Jika kamu memanjakannya, hingga tumbuh dewasa pun ia akan tetap menyusu kepada ibunya. Akan tetapi, jika kamu menyapihnya maka ia akan berhenti menyusu.” Jadi, jauhilah hawa nafsu, dan berhati-hatilah untuk tidak memperturutkannya.

Ketiga, kebahagiaan hati dengan sedikit keinginan. Langkahnya yaitu dengan meminimalkan rasa duka, rasa takut, dan rasa resah. Hal ini didasari karena di dalam hati yang resah sesungguhnya akan terbuka pintu-pintu kelemahan dan ketidak menentuan. Dan kondisi seperti ini membuat hati dihadapkan pada dua pilihan pintu masuk, yaitu: pintu keresahan atau pintu keberkahan. Walau demikian, hanya dengan modal insting yang kuat dan berani ia akan mampu mempertahankan yang terbaik. Islam sendiri, dalam hal ini telah mengajarkan pada pemeluknya bagaimana cara memilih kebahagiaan dan ketenangan hati itu, seperti disebutkan dalam QS. Ar-Ra’d: 28, Orang-orang yang beriman dan hati mereka merasa tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram.

Keempat, kebahagiaan lisan dengan sedikit berbicara. Alasanya, semakin sering seseorang berbicara (yang tidak berguna), semakin besar peluangnya orang tersebut akan tergelincir. Lisan yang terbiasa mengucapkan perkataan-perkataan yang tidak pantas akan membahayakan orang lain. Dalam hal ini, Ibn Abbas pernah berkata, “Ucapkanlah perkataan yang baik-baik, niscaya kamu akan beruntung. Jagalah perkataan-perkataan yang kotor, niscaya kamu akan selamat. Jika tidak, niscaya kamu akan menyesal kemudian.”

Buku Menjadi Orang Bahagia yang sedang Anda baca ini, berisi inspirasi dan motivasi tentang bagaimana caranya membangkitkan perilaku bahagia dalam hidup Anda. Secara garis besar, buku ini berisi lima langkah membangkitkan perilaku bahagia hidup Anda. Langkah pertama mengungkapkan perihal niat baik jangan ditunda. Di dalamnya dibahas menyangkut niat baik untuk berkeluarga, bersedekah, berhaji, mempunyai anak, dan menyelesaikan studi.

Langkah kedua buku ini bercerita tentang masalah sikap jangan meremehkan hal-hal kecil. Dalam bagian ini dicontohkan tentang bagaimana awal kehidupan manusia dimulai, sebuah kesuksesan besar terbentuk, amalan kecil memiliki penghargaan tinggi, unsur paling kecil terbentuk, dosa kecil bisa menjerumuskan, makhluk kecil begitu menggemparkan, dan sebuah perubahan dimulai dari hal-hal kecil?

Langkah ketiga berisi ajaran tentang memulai dari diri sendiri. Di dalamnya dibahas tentang bagaimana memulai dalam hal keteladanan, keilmuan, dakwah, ekonomi, dan menjaga lingkungan hidup.

Langkah keempat membahas tentang bagaimana berpikir dan berperilaku dewasa. Yakni dewasa dalam menyikapi pluralitas, mengambil keputusan, menyikapi kekalahan, kepribadian, dan menyikapi kondisi umat.

Langkah kelima yang merupakan bagian akhir buku ini berisi tentang bagaimana bahagia menjadi orang biasa. Di bagian ini diuraikan seputar bagaimana menjadi bahagia ala orang yang berilmu, orang yang berharta, orang yang diamanahi jabatan, orang yang bergelar, dan orang yang diberi kelebihan fisik.

Jadi, buku ini diperuntukkan bagi siapa pun yang ingin membangkitkan perilaku bahagia dalam hidup kesehariannya. Dan jangan lewatkan isi buku ini, karena terus terang saja ketika tiap kali membaca ulang buku trilogi ini, hati saya termotivasi untuk selalu bergairah menikmati dan menjalankan kehidupan ini. Untuk itu, mudah-mudahan secercah dari keindahan taman-taman kecerdasan hati itu dapat pembaca peroleh melalui buku ini. Dan saya berdoa semoga para pembaca dapat meraih inspirasi, dibukakan hati dan pikirannya serta mampu merealisasikan nilai-nilai kecerdasan hati dalam usahanya mencapai kebahagiaan yang dicita-citakannya. Amin.

Akhirnya, pastikan dalam menghadapi kehidupan ini, tubuh kita terjaga dari makanan yang berlebih-lebihan, jiwa terhindar dari perbuatan dosa, hati terjaga dari keinginan yang tidak terkendali, dan lisan terjaga dari perkataan yang kotor. Bila hal ini telah dilakukan, maka sesungguhnya kita telah menapaki dan menempuh jalan yang lurus lagi menjadi orang-orang yang berbahagia.***

Anda ingin memiliki Ebook “MENJADI ORANG BAHAGIA: 5 Langkah Membangkitkan Perilaku Bahagia Hidup Anda”, Anda silahkan kirim Rp. 25 Ribu saja ke Bank BNI Cabang Banjar No. Rekening: 0118657077 atas nama Arda Dinata, lalu sms ke no. 081320476048.

Selengkapnya klik: CARA PEMESANAN

Posted in Buku Motivasi | Tagged , , , | Leave a comment

TAMAN TAMAN KEBENINGAN HATI

TAMAN TAMAN KEBENINGAN HATI
Oleh: Arda Dinata

Buku Taman Taman Kebeningan Hati Rp. 25.000,00

ALHAMDULILLAH , segala puji bagi Allah atas segala limpahan nikmat-Nya serta shalawat dan salam semoga tercurahkan untuk Nabi Muhammad Saw dan para manusia pilihan-Nya.

Buku yang berada di tangan pembaca ini adalah kumpulan tulisan saya yang sebelumnya diperuntukkan sebagai isi rubrik utama Tabloid MQ (Manajemen Qolbu). Tulisan-tulisan dalam rubrik tersebut oleh pengelolanya dimaksudkan sebagai alat bagi tersebarnya pemikiran keislaman ala MQ. Dan saat itu, saya mendapat kepercayaan membuat tulisan bernuansa MQ untuk mengisi rubrik telaah utama deskriptif, sejak tahun 2001 sampai 2003. Adapun isi dari bahasan dalam lini rubrik itu berupa uraian teoritis, contoh pengalaman nyata, baik dari hadis, kisah sahabat, atau kisah teladan jaman sekarang.

Dalam kumpulan tulisan-tulisan ini, sebagian sudah pernah dimuat dalam rubrik utama deskriptis Tabloid MQ dan sebagian yang lain belum sempat dipublikasikan. Akhirnya, setelah saya susun kembali dengan usaha penambahan di sana-sini, jadilah buku kecil ini. Dan kemudian saya beri judul: TAMAN TAMAN KEBENINGAN HATI.

Keberadaan taman merupakan simbol dari sebuah rumah yang terpelihara atau tidak. Sebab, kalau kita terbiasa merawat taman, niscaya merawat rumah bukan pekerjaan yang sulit. Sehingga, perilaku merawat taman memang harus dilakukan secara telaten dan terus menerus. Pasalnya, di taman itu ada sejumlah jenis tanaman. Dan kita tahu tanaman adalah salah satu makhluk hidup ciptaan-Nya. Seperti layaknya makhluk hidup umumnya, tanaman itu pun lahir, tumbuh, dan terus berubah bentuknya.

Semua itu mengandung arti bahwa dengan merawat taman, berarti kita sejatinya tengah mengungkapkan rasa syukur atas nikmat mempunyai rumah. Apalagi jika taman-taman itu terpelihara dengan baik. Ia akan memancarkan kebeningan berupa kesejukan bagi setiap orang yang memandangnya, membuat nyaman dan tenang bagi mereka yang berada di lingkungan taman tersebut.

Begitu pun dengan manusia. Ia ibarat sebuah rumah. Dan sebagai taman-tamannya adalah perilaku kesehariannya yang merupakan cerminan dari kondisi hatinya. Dr. Ahmad Faried menggambarkan hubungan hati dengan organ-organ tubuh lainnya, laksana raja yang bertahta di atas singgasana yang dikelilingi para punggawanya. Seluruh anggota punggawa bergerak atas perintahnya. Dengan kata lain, bahwa hati itu adalah sebagai reaktor pengendali atau remote control sekaligus pemegang komando terdepan (utama). Oleh karena itu, semua anggota tubuh berada dibawah komando dan dominasinya. Di hati inilah anggota badan lainnya mengambil keteladannya, dalam ketaatan atau penyimpangan.

Jadi, betapa indahnya bila hati kita dalam kebeningan. Karena suasana kehidupan manusia yang diselimuti oleh kebeningan hati akan selalu mengkonsulkan segala aktivitas hidupnya dengan indera perasa (kebenaran) dan suara hati nuraninya. Sebab, adakah yang lebih jujur dari hati nurani, ketika ia menyadarkan kita tanpa butiran kata-kata. Adakah yang lebih tajam dari mata hati, saat ia menghentak kita dari beragam kesalahan dan alpa. Singkatnya, sesungguhnya kondisi yang paling indah dari sebuah putaran kehidupan ini, tidak lain adalah di mana ketika kita mampu secara jujur dan tulus mendengar suara hati (keimanan).

Mudah-mudahan, secercah dari keindahan taman-taman kebeningan hati itu dapat kita peroleh melalui buku ini. Dan semoga saya, keluarga serta para pembaca dapat meraih inspirasi dan mampu merealisasikan nilai-nilai kebeningan hati dalam usahanya membangun keindahan “taman-taman” perilaku hidup keseharian.

Akhirnya, saya mengucapkan terima kasih kepada Tabloid MQ yang telah memuat dan mempublikasikan (sebagian) pemikiran saya dalam tulisan-tulisan ini dan terima kasih pula kepada penerbit MIQRA INDONESIA yang bersedia menerbitkan buku ini. Dan semoga buku ini memberi manfaat bagi siapa pun yang membacanya. Amin.

DAFTAR ISI
PRA KATA — 3
DAFTAR ISI — 5

Bagian Pertama:
INDAHNYA HIDUP DENGAN BENING HATI
Indahnya Berkeluarga Dengan Bening Hati — 9
Indahnya Bertetangga Dengan Bening Hati — 12
Indahnya Bermu’amalah Dengan Bening Hati — 14
Indahnya Berpolitik Dengan Bening Hati — 15
Indahnya Memimpin Dengan Bening Hati — 18
Indahnya Menuntut Ilmu Dengan Bening Hati — 19

Bagian Kedua:
NIAT BAIK, JANGAN DITUNDA
Niat Baik Untuk Berkeluarga — 22
Niat Baik Untuk Bersedekah — 24
Niat Baik Untuk Berhaji — 27
Niat Baik Untuk Mempunyai Anak — 29
Niat Baik Untuk Menyelesaikan Studi — 30

Bagian Ketiga:
NIKMATILAH SETIAP EPISODE HIDUP
Menikmati Episode Sakit — 34
Menikmati Episode Menunggu Jodoh — 36
Menimkati Episode Mencari Kerja — 39
Menikmati Episode Jadi Bawahan — 42
Menikmati Episode Belum Punya Rumah — 44

Bagian Keempat:
JANGAN REMEHKAN HAL-HAL KECIL
Bagaimana Awal Kehidupan Manusia Dimulai? — 48
Bagaimana Sebuah Kesuksesan Besar Terbentuk? — 50
Bagaimana Amalan Kecil Memiliki Penghargaan Tinggi? — 52
Bagaimana Unsur Paling Kecil Terbentuk? — 54
Bagaimana Dosa Kecil Bisa Menjerumuskan? — 55
Bagaimana Makhluk Kecil Begitu Menggemparkan? — 57
Bagaimana Sebuah Perubahan Dimulai Dari Hal-hal Kecil? – 59

Bagian Kelima:
MEMULAI DARI DIRI SENDIRI
Memulai Dalam Hal Keteladanan — 62
Memulai Dalam Hal Keilmuan — 63
Memulai Dalam Hal Dakwah — 65
Memulai Dalam Hal Ekonomi — 66
Memulai Dalam Hal Menjaga Lingkungan Hidup — 68

Bagian Keenam:
MENJEMPUT REZEKI, BUKAN MENCARI REZEKI
Menjemput Rezeki Dalam Arti Menjadi Pegawai — 71
Menjemput Rezeki Dalam Arti Menjadi Pekerja Lepas – 73
Menjemput Rezeki Dalam Arti Menjadi Pemilik Usaha — 75
Menjemput Rezeki Dalam Arti Menjadi Penanam Modal — 77

Bagian Ketujuh:
BAHAGIA MENJADI ORANG BIASA
Biasa Ala Orang Yang Berilmu — 82
Biasa Ala Orang Yang Berharta — 83
Biasa Ala Orang Yang Diamanahi Jabatan — 85
Biasa Ala Orang Yang Bergelar — 88
Biasa Ala Orang Yang Diberi Kelebihan Fisik — 90

Bagian Kedelapan:
INDAHNYA KEBERSAMAAN
Kebersamaan Dalam Persamaan Hak — 94
Kebersamaan Dalam Tolong Menolong — 95
Kebersamaan Dalam Cinta Mencintai Karena Allah — 96

Bagian Kesembilan:
BERPIKIR DAN BERPERILAKU DEWASA
Dewasa Dalam Menyikapi Pluralitas — 101
Dewasa Dalam Mengambil Keputusan — 102
Dewasa dalam Menyikapi Kekalahan — 104
Dewasa Dalam Kepribadian Manusia — 104
Dewasa Dalam Menyikapi Kondisi Umat –- 105

Bagian Kesepuluh:

NIKMAT ADALAH KENDARAAN MENUJU ALLAH
Bagaimana Uang Menjadi Kendaraan Menuju Allah? — 107
Bagaimana Tempat Usaha menjadi Kendaraan Menuju Allah? — 109
Bagaimana Menuntut Ilmu Menjadi Kendaraan Menuju Allah? — 110
Bagaimana Rumah Menjadi Kendaraan Menuju Allah? — 112
Bagaimana Tubuh Menjadi Kendaraan Menuju Allah? — 113
Bagaimana Keluarga Menjadi Kendaraan Menuju Allah? — 114
Bagaimana Jabatan Menjadi Kendaraan Menuju Allah? — 115

BIODATA PENULIS

Ebook ini berisi kumpulan tulisan yang membahas tentang kebeningan hati. Isi ebook ini sangat berguna bagi Anda yang ingin mendapat motivasi sukses dalam mengelola hidup dengan BENING HATI, insya Allah. Anda berminat silahkan kirim Rp. 25 Ribu saja ke Bank BNI No. Rekening: 0118657077 atas nama Arda Dinata,lalu sms ke no. 081320476048. 

Selengkapnya klik: CARA PEMESANAN

Posted in Buku Motivasi | Tagged | Leave a comment